Info  

Karna Minimnya Pengawasan PUSTU Di Gunung Maddah Nyawa Pasen Melayang

SAMPANG, kabar-harian.com-akibat kelalaian petugas kesehatan yang ada di Puskesmas pembantu (PUSTU) Desa gunung maddah kecamatan Sampang kabupaten Sampang jawa timur,Rabu (27/01/2021).

Mengakibatkan satu anak meninggal dunia mengenaskan, reaksi keras mengundang dari pihak keluarga pasien sehingga di lakukan penyegelan atau Penutupan terhadah gedung PUSTU (Puskesmas pembantu).

Diana ahdad yang biasa akrap di panggil Annissa (12) tahun anak dari pasangan suami istri dari Kholik dan maniseh harus meregang nyawa di ruangan PUSTU tersebut tanpa ada petugas atau perawat yang menjaga sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Baca juga :  LSM Laskar Trunojoyo Perduli Terhadah Warga Miskin

Orang tua korban Kholik menuturkan, jika anaknya di bawa ke pustu untuk berobat sehingga di lakukan rawat inap. namun selama 24 jam petugasnya tidak stand by di lokasi hanya sekedar memeriksa pasien dan pulang. Tuturnya.

Masih kata dia sebelum anaknya meninggal petugas yang berinisial (DM) datang dan melakukan penyuntikan terhadap pasien terus di tinggal pulang tanpa ada petugas lain yang menemani/menjaga pasien, selepas 2 jam kemudian kulit pasien memar dan keluar bintik2 biru dan kritis kemudian meninggal dunia” Saya harus menuntut

Baca juga :  Aliansi Masyarakat Sampang, Menolak Ditundanya Pilkades Serentak hingga 2025

Domiri selaku kepala PUSTU Gunung maddah membenarkan bahwa dirinya tidak ada di tempat, ketika pasien sedang kritis hingga sampai meninggal , dirinya meminta maaf atas segala sikap dan perbuatan yang membuat keluarga pasien kecewa.

” Saya minta maaf mas, atas semua ini,mulai kemarin memang pasien ini masuk ke PUSTU (Puskesmas Pembantu), hingga hari ini meninggal, kami sudah melakukan tindakan dengan sesuai dengan tugas saya” tuturnya.

Memang saya mulai kemarin sering pulang hingga tadi siang saya datang terlambat, namun saya lagsung melakukan tindakan terhadap pasien sesuai pelayanan yang ada.”tambahnya.”

Baca juga :  Mengenang 100 Hari Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum

Sedangkan Menurut Maskur selaku keluarga korban mengatakan bahwa pelayanan yang di lakukan pihak Pustu harus di usut tuntas karna akibat kelalaiannya menyebabkan pasien meninggal. tuturnya

sehingga menjadikan pasien meninggal tanpa ada petugas pustu, meninggalnya pasien ini murni karna kecerobohan/keteledoran petugas dalam melayani tanpa memperhatikan kesehatan pasien”pungkasya.(ahmed)

Reporter : Abdul Hamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?