Info  

Mulai Langka, Petani Sampang Bajak Sawah Tradisional

SAMPANG, Kabarharian.com– Jaman sekarang bajak sawah menggunakan sapi itu mulai langka, tapi petani asal Desa rabasan Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, ini tetap menggunakan alat tradisional, Selasa (05/10/2021).

“Meski sudah mulai langka dia tetap memajak sawah atau ladang dengan tradisional, dengan menggunakan sapi”

Baca juga :  Slamet Ariyadi Siap Maju Di Kongres ke-VI DPP BM PAN Sebagai Ketua Umum

Ansori (45) Asal Warga Rabasan menyampaikan, pihaknya mengaku tetap menggunakan sapi untuk memajak sawah lantaran ada faktor yang memicu di antaranya, tidak mempuyai biaya untuk sewa traktor,

Baca juga :  Peringati HUT Ke-77, Tambellangan Festival Carnaval Diikuti Puluhan Peserta

“Dia mengaku sangat senang tetap menggunakan alat tradisional, karana ingin menghidupkan tradisi petani madura yang hampir punah, Ucap petani “.

Petani tersebut berharap, para petani madura meski jaman sudah berkembang untuk tetap menggunakan alat tradisional tersebut, demi menghidupkan cara Memajak sawah tradisional yang hampir punah,

Baca juga :  SSSC Bersama Baznas Sampang, Gelar Penggalangan Dana di Pulau Mandangin.

Tetap semangat demi mencari rezeki, untuk menafkahi keluarga kita, semangat para petani madura. Pungkanya (Ahmed)

Kabar Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?