Dua Lansia Di Pamekasan Hidup Dengan Uluran Tangan Tetangga

PAMEKASAN, Kabar-harian.com – Dua lansia warga Dusun Bepao, Kampung Duko, Desa Kacok, Kecamatan Palenggaan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Hidup di Gubuk tak layak huni,

Diketahui lansia tersebut bernama Maliyeh (80) dan Misnati (78), mereka berdua merupakan saudara kandung, yang selama hidupnya tidak pernah berkeluarga,

Maliyeh sudah 2,7 tahun mengalami lumpuh total, sehingga ia hanya bisa berbaring terkulai lemas.

Sedangkan Misnanti adiknya saat ini juga sakit, tangan kanannya melepuh bahkan hampir membusuk sudah setahun lamanya.

Dia hudup hanya berdua, sedangkan untuk makan sehari-harinya, menunggu uluran tangan dari tetangga sekitar

Rodimah tetangga yang biasa memberi makanan Lansia tersebut mengatakan, jika selama hampir 3 tahun dirinya bergantian dengan tetangga lainnya,

Baca juga :  Pamet Kesawah, Kakek Di Tulungagung Ditemukan Tewas

“Mereka berdua kemaren kemarenya tercover bantuan BLT DD, tapi sudah lama mereka tidak menerima bantuan itu lagi,” Tutur Rodimah.

Sementara Evi Herawati bendahara Relawan Gerakan Emansipasi Masyarakat (Gema), ditemani oleh salah satu Anggota Polsek Palengaan Aipda Moh. Azizi, yang saat itu berkunjung karena mendapat laporan dari seseorang melalui pesan WA mengatakan, dirinya sangat prihatin melihat kehidupan dua Lansia tersebut.

Dimasa tua mereka yang seharusnya dinikmati dengan keluarga, akan tetapi mereka hanya tinggal berdua tanpa keluarga, bahkan kehidupannya sangat memprihatikan, karena faktor ekonomi yang kurang.

“Saya akan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) agar keduanya dapat perhatian serta bantuan dari Pemerintah, serta saya usahakan nantinya Maliyeh dan Misnanti ini dapat dimasukkan sebagai penerima program Bupati Pamekasan yakni Simpati Lansia, sehingga mereka berdua tidak kebingungan untuk masalah makan sehari- harinya,” ucap Evi.

Baca juga :  Satpol PP Lumajang Lakukan Intensifkan Pembinaan Penertiban Rokok Ilegal

Dirinya juga mengatakan akan koordinasi dengan pihak Dispendukcapil agar bisa dibantu dalam pembuatan KK dan KTP, mengingat mereka berdua tidak punya,

“Nanti saya akan meminta bantuan pihak Dispendukcapil, supaya bisa mendatangi mereka berdua ke kediamannya, mengingat karena-mereka yang lumpuh, ucapnya.

Evi juga berharap semoga ada para dermawan, donatur, relawan serta orang-orang baik yang sudi membantu untuk keperluan kehidupan sehari-hari Maliyeh dan Misnanti.

“Apalagi Maliyeh ia sangat butuh popok, karena ia benar-benar lumpuh total, sehingga harus memakai popok, tidak hanya itu mereka berdua juga butuh makanan seperti, roti, biskuit, juga air mineral untuk mengganjal perut mereka jikalau rasa lapar melanda, minyak kayu putih dan minyak telon juga mereka butuhkan,” ujar Evi.

Baca juga :  Dalam Rangka Peringati Hari Sumpah Pemuda, KPMM Tanam 200 Mangrove

“Saya juga berharap kepada Puskesmas setempat, agar pihaknya bisa datang dan memberikan pelayanan gratis untuk merawat mereka berdua, terutama kepada Misnanti, dengan begitu kesehatan mereka berdua bisa terpantau, sehingga kemungkinan untuk sembuh besar harapannya,” Pungkasnya. (Ahmed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?