Bisnis  

Antisipasi Kenaikan harga sembako tak wajar, Pemkab Sampang pantau pasar Tradisional

SAMPANG, Kabar-harian.com – Pemantauan harga komoditas kebutuhan pokok terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Di sejumlah pasar Tradisional.

Mengapa tidak, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang tidak wajar, baik distribusi pangan maupun gangguan pasokan,

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang, Sapta Nuris Ramlan mengatakan bahwa per tanggal 19 September 2022 sejumlah barang dagangan di Pasaran mulai naik, seperti harga cabe rawit dan beras kualitas premium.

Baca juga :  Pulihkan Ekonomi, Walikota Probolinggo Gandeng BRI

Menurutnya, sebelumnya harga cabe rawit berada di angka Rp 45 ribu per kilogram dan saat ini menjadi Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu per kilogram.

“Untuk kenaikan harga cabe berkisar Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu, sedangkan harga beras premium kini naiknya berkisar Rp 10 ribu per 25 kilogram atau per sak,” ujarnya.

Baca juga :  DISPERTA Sampang Dorong Petanai Untuk Jual Hasil Panen,

Ia menambahkan jika kenaikan harga cabe rawit dan beras premium terjadi sejak sepekan yang lalu, kemudian salah satu faktornya akibat naiknya harga BBM.

“Naiknya BBM berpengaruh terhadap pengeluaran biaya transportasi, artinya biaya angkut ke Sampang,” terangnya. Rabu (21/9/2022).

Adapun faktor lainnya, disebabkan cuaca yang tidak menentu sehingga banyak petani cabe rawit yang gagal panen.

Baca juga :  Jelang Ramadhan 2021, Harga Sembako Di Pasar Tradisional Sampang Terpantau aman

Akibatnya berpengaruh kepada pasokan cabe rawit berkurang di tengah permintaan konsumen yang meningkat.

“Termasuk kini pasokan cabe dari luar daerah juga mengalami kenaikan harga,” pungkasnya. (Ahmed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?