Ungkapan Petani Padi di Camplong

Sawah yang ditanamin padi milik petani di Dusun Gruggak, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang mengalami kekeringang dan retak, (Foto: Fen)

Kabar-harian.com, Sampang – “Mungkinkah tanaman padi bisa di panen sesuai harapan petani”.

Kalimat itu terdengar dari ungkapan petani di Dusun Gruggak, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Memang, bulan ini musim penghujan. Beberapa hari kemarin intesitas hujan cukup tinggi di Kabupaten Sampang.

Bahkan sebagian wilayah di pedesaan hingga perkotaan Sampang tergenang banjir.

Baca juga :  Pulihkan Ekonomi, Pemkab Sampang Gelar Bupati Cup Road Race Championship 2022

Kini perkiraan cuaca alam di Kabupaten Sampang berubah, menjadi tak menentu.

Kurang lebih tiga pekan hujan tak turun. Sawah yang di tanami padi pun mengalami kekeringan.

Hitung-hitungan modal awal tanam padi tak sedikit yang telah dikeluarkan petani.

Demi tanaman padi tumbuh, petani membuat irigasi dengan menggunakan mesin air, biayanya pun juga lumayan.

Irigasi untuk tanaman padi dirasa membantu, meski kurang maksimal.

Baca juga :  H Slamet Junaidi Launching Busana Adat Khas Sampang

Hal itu, karena air irigasi dilahan tanaman padi tak menneng melainkan cepat menyerap.

“Mengeluh sih enggak cuman ngukur dari sebuah usaha,” kata Sahari petani padi setempat sambil senyum, (24/1/2023).

Berjibaku dalam kondisi yang sama, juga di utarakan petani di Desa Rabasan, Camplong.

Upaya agar tanaman padi tetap tumbuh, kata Hamid tiada berbeda dengan yang dilakukan petani lainnya.

Baca juga :  Disperta Sampang Berharap, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sesuai 6 Prinsip Tepat

Perasaan khawatir terhadap pertumbuhan tanaman padi ada, meski seakan tidak ditampakkan.

“Hanya bisa usaha bagaimana tanaman padi bisa tumbuh, semoga hujan kembali normal,” harapnya. (Fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?