Info  

Malam Refleksi HPN Ke-77, PWI Sampang Kolaborasi Dengan PJS

Keterangan photo : Anggota PWI Sampang bersama PJS saat memperingati malam refleksi HPN ke 77 tahun 2023, dok: Abdul hamid Kabar-harian.com

Kabar-harian.com, Sampang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, bersama Persatuan Jurnalis Sampang (PJS) menggelar malam refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2023, yang ke 77.

Meski suasana tidak mendukung karena hujan, hal itu tidak mematahkan semangat anggota PWI dan PJS, acara tetap digelar di alun-alun Trunojoyo Sampang, Jumat (10/2/2023) pagi

Kebersamaan mereka dimanfaatkan dengan baik dengan menggelar beberapa rangkaian, diantaranya; pembakaran puluhan lilin kemudian kajian Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng.

Ratusan lilin di hidupkan oleh anggota PWI dan PJS

Ketua PWI Sampang Fathor Rahman mengatakan bahwa pembahasan KEJ ini sengaja ditentukan setelah melewati beberapa kali diskusi bersama sahabat PJS.

Baca juga :  KPMM Kunjungi Wisata Mangrove Kedatim Sumenep

“Kita ketahui bersama wartawan memerlukan landasan moral, etika dan profesi sebagai pedoman operasional, tentunya untuk menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme dan inilah pentingnya paham KEJ,” ujarnya.

Apalagi, kata pria yang akrab disapa Mamang itu, saat ini cukup banyak media sekaligus wartawan baru bermunculan lantaran akses untuk berperan sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia ini sangat mudah dilalui.

Hanya saja, semua tidak bisa menjamin soal pemahaman dan prinsip masing-masing wartawan yang ditanam berdasarkan KEJ, maka perlu adanya gerakan untuk menyelaraskan.

Baca juga :  Dinilai Bisa Bungkam Pers, JSB Tolak RUU Penyiaran.

“Jadi setelah melalui diskusi panjang kita sepakat untuk menegakkan KEJ demi nama baik profesi wartawan, kita akan jaga citra pers terutama di Kabupaten Sampang,” terangnya.

Tak hanya ketua PWI, Ketua PJS Faris Reza Malik meyampaikan memang perlu perhatian serius untuk menyelaraskan pemahaman KEJ di Kabupaten Sampang.

Sebab, dikhawatirkan malah akan menjadi krisis pemahaman KEJ dan buruknya akan merusak citra pers.

“Kami akan menegakkan KEJ sekaligus menjunjung tinggi nama baik jurnalis dan ini perlu kekompakan sesama profesi,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?