Info  

Beredar Selembaran Surat Pemberitahuan Aksi Mengatasnamakan Salah Satu Organisasi di Sampang, Yuk Simak penjelasannya.

Selembaran pemberitahuan aksi yang beredar.

Sampang Kabar-harian.com – Beredar surat pemberitahuan aksi mengatasnamakan salah satu organisasi Masyarakat di Sampang, sejak tanggal (2/11/23) yak simak penjelasannya.

Diketahui aksi tersebut merupakan rencana aksi tandingan yang diduga dilakukan oleh pelapor, sebagaimana terlihat dalam surat edaran yang ditandatangani oleh pelapor yang menjadi korlap aksi

Menyikapi hal tersebut koordinator aksi dari Aliansi Masyarakat dan Simpatisan Desa Gunung Rancak Agus menanggapi hal tersebut, menurutnya hal itu sudah biasa dan dirinya meyakini hal tersebut memiliki tujuan tertentu

“Itu hal biasa mas, dan saya menilai ini hanya sebagai bagian dari upaya dan skenario menggagalkan aksi kami yang betul-betul murni dari masyarakat Gunung Rancak”, ujarnya Minggu (3/11/23).

Baca juga :  SIAK Gangguan, Masyarakat Sampang Diminta Bersabar

Agus juga menilai bahwa hal tersebut hanya sebagai langkah yang dilakukan agar pihak kepolisian mengeluarkan larangan aksi dengan alasan keamanan

“Bisa jadi kan, yang jelas bagi kami warga desa Gunung Rancak tetap solid bergerak, kami masyarakat tanpa bayaran berangkat dari nurani karena kebenaran”, imbuhnya

Oleh sebab itu menurutnya jika memang selebaran aksi yang beredar dari organisasi itu benar, yang diperlukan adalah bagaimana ketegasan dari pihak kepolisian, dengan melihat beberapa aspek

“Pertama, kita yang bersurat secara resmi lebih awal, jadi menurut saya yang susulan harusnya bisa dilarang, dengan catatan itupun kalau surat pemberitahuan benar-benar sudah masuk, apalagi kegiatan lusa”, tuturnya

Baca juga :  SSSC Bersama Baznas Sampang, Gelar Penggalangan Dana di Pulau Mandangin.

Agus juga menambahkan, bahwa nantinya masyarakat bisa menilai yang mana yang aksi bayaran dan yang mana aksi yang betul-betul dari masyarakat desa Gunung Rancak yang nota be nya lebih memahami situasi di desa

“Nanti juga bisa kita lihat yang mana aksi yang dilakukan karena nurani, dan mana aksi yang dilakukan karena ambisi, apalagi umpama nantinya memakai massa bayaran dari luar”, paparnya

Namun kendati demikian menurut Agus tidak ada yang perlu dikhawatirkan, apalagi menurutnya surat susulan tersebut tujuan aksi didalam surat tersebut adalah ke Polrestabes Surabaya

“Tapi lokasi aksi mereka sesuai surat yang beredar kan di Polrestabes Surabaya, jadi beda tempat “, tutupnya

Baca juga :  Sering Terjadi Kesalahpahaman Soal Peralihan Hak Tanah, KKNT UIM Lakukan Sosialisasi

Sementara menanggapi hal tersebut ditempat terpisah Bahri Penasehat Hukum terlapor mengatakan jika aksi tandingan tersebut diterima oleh aparat penegak hukum, maka jelas tendensi politiknya

“Untuk itu dalam hal ini dirinya menyarankan aparat harus bersikap netral dan profesional”, ujarnya

Yang jelas menurut Bahri masyarakat sampe bergerak adalah bentuk ketidakpuasan terutama terhadap tanggung jawab dari Bank Penyalur dalam hal itu BRI. (med)

Kabar Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?