Virus Sapi Merebak, Warga Sampang Kebingungan

Hosniyah warga Rabasan saat merawat ternaknya

Kabar-harian.com, Sampang – Setelah adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kali ini para peternak hewan di kabupaten Sampang dihantui oleh peyakit yang saat ini menimpa hewan ternaknya sehingga jatuh sakit.

Tingginya tingkat penularan penyakit ini di kota bahari dirasa sangat mengkhawatirkan bagi banyak pihak, terutama para peternak.

Salah satu peternak di Dusun Durbugan, Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura yakni    mengatakan bahwa hewan ternak miliknya saat ini sedang terkapar lantaran kena peyakit.

“Saya tidak tau mas apa peyebab virus yang meyerang sapi saya, tiba tiba sapi flu, Batuk dan panas “, ucapnya ibu mus sapaan akrabnya sambil mengelus gelus hewan ternaknya yang terkena virus/peyakit.

Baca juga :  Ini Dia Capaian Bupati Sampang Selama 5 Tahun 

Pihaknya memberi obat obatan seadanya lantaran jika dibiarkan begitu saja kasiah.

“Saya kasih obat obatan tradisional mas lantaran saya bingung mau di kasih obat apa jenis peyakit/virus yang meyerang saya pun tidak tau,” ungkapnya hosniyah petani setempat.

Sementara Arif rahman hakim Kabid peternakan dan kesehatan hewan saat dikonfirmasi Kabar-harian.com mengatakan jika gejalanya seperti itu kemungkinan BEF atau bahasa umumnya demam 3 hari.

“Biasanya sering muncul di musim pancaroba seperti sekarang. Apabila cepat ditangani InshaAllah cepat sembuh mas,” ujarnya.

Baca juga :  Isu Penculikan Anak di Camplong, Kapolres Sampang Pastikan Tidak Ada

Sementar yang meyerang ternak tersebut bukan cuma di wilayah camplong, namun di daerah lain kab/kota juga sama.

“Kalau memang gejala sepeti demam atau flu bisa di kompres (kepala sampai leher) dengan air hangat. Bs jg diberikan jahe/kunyit dicampur gula merah dibuat minum,” ujarnya.

Perludiketahui bahwa Bovine ephemeral fever (BEF) adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyerang ternak ruminansia khususnya sapi

Jangan lupa memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan ternak terutama musim seperti sekarang. Segera lapor ke petugas bila ternak sakit, pungkasnya. (med)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?