Kolaborasi UTM, UGM dan DKPP Pamekasan Gelar Workshop Simulasi Formulasi Pakan Ternak Sapi Madura Ilmiah Terukur

UGM dan DKPP Pamekasan Gelar Workshop Simulasi Formulasi Pakan Ternak Sapi Madura Ilmiah Terukur

PAMEKASAN, Kabar-harian.com – Dalam upaya optimalisasi kualitas dan efisiensi pakan ternak sapi Madura, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Berkolaborasi dalam workshop simulasi pakan ternak sapi madura, Sabtu (6/7/2024).

Simulasi ini berlangsung di Meeting Room Cahaya Berlian Hotel Pamekasan. Sebanyak 30 peserta menghadiri kegiatan ini yang berasal dari Peternak Desa Pangereman, Desa Tampoujung Guwa, Petugas UPT Waru, dan tenaga fungsional DKPP Pamekasan.

Simulasi ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas pakan hijauan ternak sapi Madura yang berada di wilayah Pamekasan. Dengan demikian, peternak dapat lebih mudah dalam mengelola ternaknya dan meningkatkan hasil produksi ternak. Simulasi  ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas ternak sapi Madura secara keseluruhan.

Simulasi dimulai dengan paparan singkat sekaligus sambutan oleh Bapak Andrie Kisroh Sunyigono,Ph.D, dari UTM selaku ketua dalam program matching fund ni. Kemudian dilanjutkan oleh pembicara pada pelatihan ini yakni Guru Besar dalam Bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak,

Baca juga :  Gas Poll, BPC HIPMI Sampang Masa Bhakti 2024-2027 Resmi di Lantik

 Prof. Bambang Suwignyo dari UGM, beliau menyampaikan “Peternak perlu mengetahui tujuan dan kandungan dari bahan pakan yang diberikan ke sapi, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, pemberian formulasi pakan sapi yang berbeda juga menentukan dalam pengembangan sapi nya.

Saat ini peternak memanfaatkan pakan tergantung dari apa yang tersedia disekitarnya. Para peternak masih belum memperhatikan estimasi formulasi pakan yang diberikan ke sapi baik dari kebutuhan protein dan sumber serat lainnya.

Harapan pada pelatihan ini peternak mampu membuat pakan ilmiah secara terukur dan Pakan akan diuji cobakan pada 2 pasang sapi untuk memberikan gambaran kepada peternak akan pentingnya formulasi pakan ternak.

Baca juga :  Apa Itu Carok? Yuk Simak Selengkapnya di Kabar-harian.com

Simulasi ini kemudian dilanjutkan dengan monev ke kebun koleksi yang berada di Desa Tampoujung Guwa dan Pakong, dari hal ini pendamping melaporkan jenis dan jumlah tanaman yang berhasil tumbuh, masih ada beberapa tanaman yang belum tumbuh secara maksimal disebabkan pola pemeliharaan yang kurang tepat

Perbaikan pemeliharaan tanaman, dan diseminasi di kebun koleksi warga diberikan oleh Prof. Bambang Suwignyo sehingga dapat memberikan gambaran kepada pendamping untuk pemeliharaan tanaman pakan yang kemudian dapat diteruskan untuk pola tanam selanjutnya.

 Prof Bambang juga memberikan arahan dan asistensi system pembibitan tanaman pakan alfalfa yang beliau pemegang Hak PVT. Beliau berharap introdusir Alfalfa akan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sapi Madura melalui penyediaan pakan ilmiah terukur, pungkasnya. (dim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?