17 Tahun Aksi Kamisan

Avatar

Kabar-harian.com – Sampai hari ini aksi kamisan telah berumur 17 tahun dan tidak pernah menemukan finalnya, bersifat tetap dan hanya berjalan sesuai dengan namanya, dilaksanakan setiap kamis sore bermula dari tahun 2007. Aksi ini merupakan tuntutan terhadap pemerintah pada peristiwa 98 dan beberapa peristiwa lainnya yang bersangkutan dengan HAM berat

Sebelum lanjut, mari kita do’akan sejenak para pejuang yang telah gugur pada tragedi 98 dan beberapa aktivis lainnya di tahun yang berbeda, Alfatihah. Sebenarnya saya sangat mendukung terhadap aksi kamisan yang sampai hari ini telah berjalan, sebuah perjuangan yang sulit untuk menemukan konsistensi, tak terbayangkan amarah yang memuncak, hampa, dan rasa putus asa ketika tidak ada jawaban dan titik terang.

Saya kagum atas perjuangan yang tak pernah padam, dan sangat ingin bergabung, berdiri didepan istana berpakaian hitam dan payung hitam, serba hitam, menandakan warna emosional rasa, suasana yang benar benar menggambarkan kesedihan yang mendalam. Tapi perlu kiranya refleksi akankah kita terus melakukan hal yang tak kunjung selesai ini, selalu bergerak tanpa tahu di mana akhirnya, yang pada pemerintahan silih berganti dan terus menggugat presiden yang ternyata (beberapa informasi di media) dialah pelaku yang bersangkutan dengan pelanggaran itu

Baca juga :  Main Character

Kembali lagi pada tujuan aksi kamisan dilaksanakan, jika hanya sebagai pengingat atas suatu tragedi menyeramkan maka tak mengapa dilaksanakan setiap kamis sore dan menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa telah mencatatkan beberapa pelanggan berat di masa lalu. Tapi jika untuk mencari keadilan pada suatu peristiwa maka tak cukup jika hanya dilakukan dengan berdiam diri, perlu ada gelombang gerakan yang menuntut keadilan ini, tidak selalu tentang demonstrasi besar, catatan dari pemerintahan kita adalah ketika sudah ramai diperbincangkan publik dan banyak diliput media massa maka pemerintah akan segera menindak lanjuti kasus itu, berarti tergantung bagaimana seruan publik disuarakan dengan pengkawalan yang serius

Selain itu, perlu kiranya kita menyadari bahwa kasus ini belum diketahui oleh mayoritas masyarakat, apalagi dikalangan masyarakat yang jauh dari ibukota, dan hanya diketahui kalangan mahasiswa, maka perlu kita menyamakan persepsi dan perasaan bagaimana rasanya kehilangan anak atau anggota keluarga, dengan cara menyemarakkan berita kehilangan mengganggunakan platform yang ada, sehingga aksi kamisan tidak hanya bertumpu di satu titik saja yaitu ibukota, depan istana negara.

Baca juga :  CERPEN SERU

Lebih lagi aksi kamisan beberapa kali di isukan sebagai tunggangan politik untuk menyerang beberapa calon, hal ini adalah sebuah fakta bahwa kemanusiaan ternyata tidak mendatangkan empati bagi beberapa kalangan, malah menjadi isu minor yang kurang prioritas untuk diperhatikan.

Saya dari pelosok desa, terdalam dan terluar menuntut keras para pemangku kebijakan khususnya presiden untuk segera menuntaskan kasus HAM berat, kemanusiaan harus menjadi diatas segalanya, tidak boleh ada politisasi apalagi kepentingan terselubung, sebagaimana yang tercermin pada sila kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab”, bukan malah memprioritaskan “persatuan Indonesia”, saya khawatir sila ketiga inilah sebenarnya yang menjadi alasan sampai sekarang belum menuntaskan kasus kasus berat, karena pelakunya saling berkaitan, sistem berantai, sehingga jika terbongkar maka akan kocar kacir para pemerintah ini.

#Penulis_Aldi

Kabar Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?