Kabar-harian.com – Angin berembus masuk ke pekarangan kos yang hanya berisi 6 kamar, cuaca malam yang cerah, ditemani bintang dan rembulan yang terang. Kos kecil ini berada di pinggir alun-alun kota sampang dan bentuk kamarnya yang saling menghadap hanya berjarak satu meter yang membentuk jalan long longan. Dalam salah satu kamar, kakak beradik sedang berbincang santai di tempat tidur, mereka membicarakan banyak hal dan salah satunya tentang rekomendasi bacaan buku. Kakak beradik posisinya sama-sama terlantang menghadap plafon dan ditemani kipas angin yang bergantung pada atap, posisi mereka akan mampu melihat rak buku yang tersusun rapi dan secara alamiah akan membicarakan tentang buku-buku.
Di dalam kamar yang tak terlalu lebar berukuran 3 x 2.5 ada satu temannya yang sudah terlelap tidur dan sedang menyusuri mimpi mimpi. Obrolan itu bermula ketika sang kakak mulai membuka novel “rindu” karya tereliye berbentuk PDF yang menjadi pemantik obrolan tengah malam
“Saya pesen buku laut bercerita tapi di return sama temen saya kak” ucap adik mengawali pembicaraan
“Kenapa?” Balas sang kakak yang masih fokus membaca novel
“Gatau” balas sang adik cepat
“Laut bercerita itu bagus sebenarnya untuk mahasiswa baru atau yang masih berkecimpung di dunia mahasiswa” kata sang kakak dengan jari yang menggeser slide
“Kok bisa begitu kak”
“Karena di dalam buku itu gambaran ceritanya tentang perjuangan mahasiswa” sang kakak tetap menggerakkan jarinya
“dan saya membaca ketika sudah selesai menjadi mahasiswa, dan rasa rasanya waktunya kurang pas” sambung si kakak yang tetap fokus pada layar handphone
Obrolan itu terus berlanjut ditemani bunyi kipas yang bergelantungan di atap, kamar itu berhasil menciptakan suasana hangat dikala mayoritas orang lelap dengan tidurnya.
“Itu tak kirimin link the power of the light, buku panduan sebagai pedoman”
“Ini tentang apa kak” sang adik yang mulai klik link
“Buku itu berisi tentang arahan untuk menjadi seorang ksatria ”
“Kalo yang novel ada kak?”
“Tentang apa?”
“Emm ekonomi”
“Kalo mau baca ada novel serial aksi, jumlah bukunya 9 belum yang terakhir” ucap sang kakak yang mulai membenarkan sarung batiknya dan tanpa pake baju
“Buh banyak itu kak”
“Begitulah”
Di dalam kamar, ada lipatan baju yang rapi di bawah rak buku, dan di belakang pintu ada tumpukan baju yg belum dicuci, jendelanya ditutup menggunakan kelambu dan dijadikan tempat untuk menggantungkan baju yang sudah dicuci, menjadi saksi bisu betapa obrolan mereka cukup mendalam.
“Presiden Prabowo itu bagus karena suka membaca” sang kakak melanjutkan obrolan
“Kok kakak tau?”
“Iya dari beberapa informasi publik beliau sering beli buku”
“Terus kak” sang adik makin penasaran
“Orang baca buku itu wawasannya luas dan bahasanya tertata rapi, tapi” sang kakak sengaja menghentikan pembicaraan
“Tapi kenapa kak?” Ucap adik yang menunggu lanjutan
“Tapi isi pidatonya ga mencerminkan orang suka baca buku, haha”
“hahaha” ketawa kakak beradik memecahkan keheningan
Jam menunjukkan pukul 02:00 pagi yang berarti ayam sudah siap siap untuk berkokok, dan menjadi alarm seluruh umat manusia. Ketawa itu menjadi akhir dari obrolan dan kak beradik mulai membenarkan posisi masing-masing untuk menyusuri mimpi mimpi seperti teman sebelahnya yang telah mendahului dan barangkali temannya sudah masuk di mimpi bagian konflik, mimpi bagian tengah yang seru dan bersitegang.
#aldi