SAMPANG, Kabar-harian.com – Proyek pembangunan pelebaran jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga di ruas Jalan Sampang Ketapang, diduga dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan.
Dugaan itu muncul akibat minimnya pengawasan dari Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) dilapangkan.
Proyek dengan anggaran 9.495. 868. 050,00 miliar dilaksanakan oleh CV Dua Putra Bersaudara. Nomor kontrak 000.3.2./640.1/103.6.6.11.02/2025. dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender.
Dari hasil pantauan tim pada Kamis. (4/9/2025). menemukan sejumlah pekerjaan yang diduga kurang maksimal. diantaranya, pengecoran bahu jalan yang bergelombang tidak rata, dan pekerjaan penguat tebing terlihat di kerjakan tidak maksimal, itu menandakan minimnya pengawasan dari Dinas terkait.
“Kami melihat dari tahap awal pengerjaan ini dikerjakan kurang maksimal. Ini pasti merugikan masyarakat Sampang sebagai penerima manfaat, kualitas dan mutu pengerjaan terlihat kurang baik” ucap AD, salah satu masyarakat sekitar yang enggan di sebutkan namanya.
AD mengatakan, jika persoalan itu pernah di sampaikan kepada salah satu pengawas pelaksana dilapangan bahwa pengecoran itu bergelombang atau tidak rata, namun yang bersangkutan mengatakan “kami tidak mengecor di atas keramik, wajar tidak rata pak” ucap pengawas pelaksana di lapangan.
“Selama ini kami sebagai masyarakat Sampang sangat berharap agar setiap pembangunan, baik dari Pemkab Sampang maupun provinsi Jawa Timur dikerjakan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang,” pintanya.
Menanggapi itu pelaksana staf administrasi lapangan CV Dua Putra Bersaudara Moh. Sofyan Fathoni mengatakan, jika pekerjaannya sudah sesuai tekhnis karena di awasi langsung oleh pengawas lapangan sehingga di koreksi secara langsung oleh para pengawas pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
“Ketika keluhan atau saran dari masyarakat itu menjadi masukan bagi kami untuk selalu memperbaiki kekurangan yang memang perlu di benahi,”. ucapnya.
Disinggung terkait kwalitas pengecoran bahu jalan yang tidak rata sehingga bergelombang pihaknya berdalih jika ada beberapa faktor dilapangan yang tidak memadai untuk dipaksa sesuai dengan taknis atau sesuai rencana pekerjaan.
“Kami sangat berterimakasih dengan pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat maupun media, dan barangkali jennengan ada waktu pada hari Sabtu atau Minggu ini mari ngopi dengan pelaksana dilapangan”. pungkasnya.
Penulis : Abdul Hamid
Editor : Ali Akbar









