Dispora Sampang Sebut Perlu Adanya Sektor Pendukung, Demi Target Tercapainya 11 Desa Wisata

Avatar

- Penulis

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disporabudpar Sampang saat melakukan pendampingan desa wisata di gubuk apung astapah

Disporabudpar Sampang saat melakukan pendampingan desa wisata di gubuk apung astapah

SAMPANG, Kabar-harian.com – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, terus melakukan pendampingan ke beberapa desa wisata.

Diantara Desa wisata tersebut adalah Desa Sokobanah Daya, Aeng Sareh, Astapah, Marparan, Klobur dan Desa Bira Tengah.

“Itu beberapa desa yang sudah berprogres hingga triwulan ini,” ungkap Kabid Pariwisata Disporabudpar Sampang Endah Nursiskawati, Selasa (21/5/2024).

Menurut Endah, pihaknya tahun ini menargetkan 11 desa wisata. Namun, target desa yang didampingi itu bukan target desa yang sudah berkembang embrio wisatanya.

Baca juga :  10 Top Destinasi Wisata Madura Rekomendasi Gubernur Khofifah Indar Parawansa

“Kalau tahun kemarin target 14 desa dan terealisasi 15 desa,” terangnya.

lanjut dia, meskipun pihaknya sudah melakukan pendampingan, belum tentu semua desa bisa disulap jadi destinasi wisata atau desa wisata seutuhnya. Sebab masih membutuhkan waktu untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) setempat yang mau berkomitmen.

“Dukungan anggaran desa juga menjadi penting. Jadi kerjaan kami sifatnya kolaboratif harus didukung oleh sektor lain,” ucapnya.

Baca juga :  Bappelitbangda dan BPPKAD Sampang Pastikan Rasionalisasi Program OPD

Dia menambahkan, bahwa cara kerja pendampingan yang dilakukan pihak Disporabudpar melalui beberapa tahapan. Diantaranya, membentuk SDM lalu mengidentifikasi potensi wisata. Setelah itu, Dinas memberikan arah kepada perencanaan desa wisata.

Selanjutnya, ada tahapan pengembangan yang di dalamnya memuat beberapa langkah, seperti tata kelola destinasi, promosi, pemanfaatan daya dukung desa yang punya nilai jual dan lainnya.

“Agak berat temen-temen pendamping, sedangkan progresivitas tergantung desanya bisa menjalankan tutorial pendamping atau tidak,” pungkasnya. (med)

Berita Terkait

Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Tanjab Barat, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima Jelang Ramadhan
HPN 2026, Kapolres Tanjab Barat Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri dalam Menjaga Daerah
HPN Ke-80 PWI Sampang Ziarah Kubur Ke Makam Ketua Pertama
Rumbia di Aceh Barat Tak lagi berbuah Penjualan Rujak dimeulaboh Hilang cipta Rasa.
Pisah Sambut, T Haris Fadilah, Jabat Kepala RRI Meulaboh, Wenny Kepsta Lhokseumawe
Konser Valen 1 Irama Tetap Digelar dengan Mengedepankan Nilai Religius
Satgas MBG Sampang Minta Masyarakat Aktif Melapor Jika Temukan Menu Tidak Sesuai Standar
Polsek Tungkal Ulu Hadir untuk Sesama, Salurkan Sembako bagi Dhuafa dan Anak Yatim di Tiga Desa
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:47 WIB

Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Tanjab Barat, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:49 WIB

HPN 2026, Kapolres Tanjab Barat Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri dalam Menjaga Daerah

Senin, 9 Februari 2026 - 09:22 WIB

HPN Ke-80 PWI Sampang Ziarah Kubur Ke Makam Ketua Pertama

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:09 WIB

Rumbia di Aceh Barat Tak lagi berbuah Penjualan Rujak dimeulaboh Hilang cipta Rasa.

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:51 WIB

Pisah Sambut, T Haris Fadilah, Jabat Kepala RRI Meulaboh, Wenny Kepsta Lhokseumawe

Berita Terbaru