SAMPANG, Kabar-harian.com – Fenomena yang disebut 22° Halo atau halo matahari adalah Lingkaran besar yang mengelilingi matahari terbentuk ketika cahaya matahari melewati jutaan kristal es kecil di awan tinggi.
Biasanya awan cirrus atau cirrostratus, Kristal-kristal es tersebut membiaskan cahaya sehingga terlihat seperti cincin terang di langit.
Halo ini sering tampak seperti pelangi tipis: bagian dalam cenderung kemerahan, sedangkan bagian luar agak kebiruan.
Diameter lingkarannya hampir selalu sama, sekitar 22 derajat dari matahari, sehingga disebut “22° halo”.
Fenomena ini tidak berbahaya dan cukup umum terjadi, terutama saat ada awan tipis di lapisan atmosfer atas, Dalam beberapa kasus, kemunculannya bisa menjadi tanda akan ada perubahan cuaca atau hujan dalam 1–2 hari ke depan, karena awan tinggi tersebut sering muncul sebelum cuaca berubah. Namun, tidak selalu berarti pasti akan hujan. (med)
Penulis : Abdul Hamid
Editor : Ali Akbar









