Karna Minimnya Pengawasan PUSTU Di Gunung Maddah Nyawa Pasen Melayang

Avatar

- Penulis

Rabu, 27 Januari 2021 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, kabar-harian.com-akibat kelalaian petugas kesehatan yang ada di Puskesmas pembantu (PUSTU) Desa gunung maddah kecamatan Sampang kabupaten Sampang jawa timur,Rabu (27/01/2021).

Mengakibatkan satu anak meninggal dunia mengenaskan, reaksi keras mengundang dari pihak keluarga pasien sehingga di lakukan penyegelan atau Penutupan terhadah gedung PUSTU (Puskesmas pembantu).

Diana ahdad yang biasa akrap di panggil Annissa (12) tahun anak dari pasangan suami istri dari Kholik dan maniseh harus meregang nyawa di ruangan PUSTU tersebut tanpa ada petugas atau perawat yang menjaga sehingga menyebabkan pasien meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Orang tua korban Kholik menuturkan, jika anaknya di bawa ke pustu untuk berobat sehingga di lakukan rawat inap. namun selama 24 jam petugasnya tidak stand by di lokasi hanya sekedar memeriksa pasien dan pulang. Tuturnya.

Baca juga :  Bentuk Kepedulian Universitas Trunojoyo Madura Terhadap Pelaku UMKM

Masih kata dia sebelum anaknya meninggal petugas yang berinisial (DM) datang dan melakukan penyuntikan terhadap pasien terus di tinggal pulang tanpa ada petugas lain yang menemani/menjaga pasien, selepas 2 jam kemudian kulit pasien memar dan keluar bintik2 biru dan kritis kemudian meninggal dunia” Saya harus menuntut

Domiri selaku kepala PUSTU Gunung maddah membenarkan bahwa dirinya tidak ada di tempat, ketika pasien sedang kritis hingga sampai meninggal , dirinya meminta maaf atas segala sikap dan perbuatan yang membuat keluarga pasien kecewa.

” Saya minta maaf mas, atas semua ini,mulai kemarin memang pasien ini masuk ke PUSTU (Puskesmas Pembantu), hingga hari ini meninggal, kami sudah melakukan tindakan dengan sesuai dengan tugas saya” tuturnya.

Baca juga :  3 Siswa SDN Karangdalam 1 Sampang, Berhasil Mendapatkan Penghargaan

Memang saya mulai kemarin sering pulang hingga tadi siang saya datang terlambat, namun saya lagsung melakukan tindakan terhadap pasien sesuai pelayanan yang ada.”tambahnya.”

Sedangkan Menurut Maskur selaku keluarga korban mengatakan bahwa pelayanan yang di lakukan pihak Pustu harus di usut tuntas karna akibat kelalaiannya menyebabkan pasien meninggal. tuturnya

sehingga menjadikan pasien meninggal tanpa ada petugas pustu, meninggalnya pasien ini murni karna kecerobohan/keteledoran petugas dalam melayani tanpa memperhatikan kesehatan pasien”pungkasya.(ahmed)

Reporter : Abdul Hamid

Berita Terkait

HPN Ke-80 PWI Sampang Ziarah Kubur Ke Makam Ketua Pertama
Rumbia di Aceh Barat Tak lagi berbuah Penjualan Rujak dimeulaboh Hilang cipta Rasa.
Pisah Sambut, T Haris Fadilah, Jabat Kepala RRI Meulaboh, Wenny Kepsta Lhokseumawe
Konser Valen 1 Irama Tetap Digelar dengan Mengedepankan Nilai Religius
Satgas MBG Sampang Minta Masyarakat Aktif Melapor Jika Temukan Menu Tidak Sesuai Standar
Polsek Tungkal Ulu Hadir untuk Sesama, Salurkan Sembako bagi Dhuafa dan Anak Yatim di Tiga Desa
Pemkab Tanjab Barat Hadiri Apel Pasukan Operasi Keselamatan 2026
Yayasan Al Furqon Tanjung sajikan Menu MBG Porsi Minim, dan Kurang Layak
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 09:22 WIB

HPN Ke-80 PWI Sampang Ziarah Kubur Ke Makam Ketua Pertama

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:09 WIB

Rumbia di Aceh Barat Tak lagi berbuah Penjualan Rujak dimeulaboh Hilang cipta Rasa.

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:51 WIB

Pisah Sambut, T Haris Fadilah, Jabat Kepala RRI Meulaboh, Wenny Kepsta Lhokseumawe

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:30 WIB

Konser Valen 1 Irama Tetap Digelar dengan Mengedepankan Nilai Religius

Senin, 2 Februari 2026 - 20:21 WIB

Satgas MBG Sampang Minta Masyarakat Aktif Melapor Jika Temukan Menu Tidak Sesuai Standar

Berita Terbaru