PAMEKASAN, Kabar-hatian.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tronojoyo Madura (UTM) dari kelompok KKN 32 telah berhasil melaksanakan kegiatan pelatihan dan pengembangan potensi lokal bagi Ibu-Ibu PKK Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (11/7/2024).
Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan daun kelor sebagai bahan utama dalam pembuatan nugget sayur.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri dengan antusias oleh Ibu-Ibu PKK Desa Lembung, yang aktif mengikuti setiap tahap pembuatan nugget sayur dengan penuh semangat. Mereka juga diberikan kesempatan untuk langsung mencoba membuat dan mengolah nugget sayur menggunakan daun kelor serta bahan-bahan lokal lainnya.
Yasmin, salah seorang mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa pilihan untuk mengolah nugget sayur dari daun kelor merupakan strategi untuk mengoptimalkan potensi alam yang melimpah di desa tersebut.
“Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik, sehingga cocok untuk dijadikan alternatif sehat dalam konsumsi harian, seperti nugget sayur,” ujar Yasmin.

Proses pembuatan nugget sayur yang disampaikan Yasmin sangat sederhana. Daging ayam digiling halus dan dicampur dengan tepung terigu serta maizena. Kemudian, daun kelor dan wortel yang telah dicincang halus ditambahkan ke dalam adonan untuk memberikan nilai tambah nutrisi dan rasa.
“Kami juga memperkaya nugget ini dengan bumbu garam, merica, dan sedikit bawang putih untuk menambah cita rasa yang lezat,” tambahnya.
Sementara Shinta, sebagai pemateri kedua dari kelompok KKN, menyampaikan teknik-teknik pengolahan dan penggunaan daun kelor secara efektif dalam pembuatan makanan sehari-hari.
“Kami mengajarkan cara-cara praktis untuk memanfaatkan daun kelor agar memberikan manfaat maksimal, tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga dari segi ekonomi,” kata Shinta dengan antusias.
Tak hanya itu. Naufal Tajus, sebagai sie acara dari kelompok KKN, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan cara membuat nugget sayur kepada Ibu-Ibu PKK, tetapi juga untuk membuka wawasan mengenai potensi lokal yang dapat dikembangkan secara ekonomis.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, Ibu-Ibu PKK bisa menghasilkan produk olahan daun kelor secara mandiri dan meningkatkan pendapatan keluarga,” harapnya. Naufal
Semoga kegiatan ini tidak hanya berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK, tetapi juga membuka peluang baru dalam mengembangkan produk olahan lokal yang sehat dan bergizi bagi masyarakat desa, pungkasnya. (med)









