Mengurangi Resiko Bencana, BPBD Sampang Bentuk Tim Jitupasna

Avatar

- Penulis

Selasa, 18 Oktober 2022 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembentukan tim Jitupasna BPBD Kabupaten Sampang

Pembentukan tim Jitupasna BPBD Kabupaten Sampang

SAMPANG, Kabar-harian.com – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, menggelar Lokakarya Pembentukan Tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Selasa (18/10/2022).

Pemulihan pasca bencana merupakan tahap penting dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana.

Kepala BPBD Sampang, Asroni mengatakan, Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana Jitupasna
ini di hadiri Tim Siap Siaga Jawa Timur, sebagai pendamping dan pembina,

“Yang bertujuan sebagai bahan dalam perkirakan kebutuhan pemulihan wilayah yang terdampak bencana,”

Pantauan Kabar-harian.com di lokasi Kegiatan tersebut diikuti sekitar 24 peserta lintas sektor yang terdiri dari, staf BPBD, Organisasi Kepemudaan, Pers dan perwakilan kecamatan, kelurahan, desa, hingga organisasi perangkat daerah se-Kabupaten Sampang.

Estu Widiawati, selaku Program Police Officer Jawa Timur menjelaskan, pihaknya hanya memilih kabupaten- kota di Jawa timur, yang dirasa penting jadi pilot projek, antaranya Kabupaten Sampang, Banyuangi, Pacitan dan Pasuruan.

Baca juga :  BPBD Sampang Blusukan Bantu Korban Terdampak Angin Puting Beliung

Menurutnya, empat kabupaten ini paling rawan bencana, sehingga menjadi prioritas pendamping untuk dibina membentuk Jitupasna.

“Jitupasna itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi pengkajian dan nilai akibat bencana, analisis dampak, perkiraan kebutuhan pascabencana, dan rekomendasi awal strategi pemulihan yang menjadi dasar penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, sehingga kebutuhannya lebih akurat, cepat dan efesien,” jelas Estu Widiawati.

Dalam pembahasan Jitupasna, Estu Widiawati mengungkapkan ada 5 sektor yang menjadi ruang lingkupnya, antara lain Sektor Pemukiman, Infrastruktur, Sosial, Ekonomi, dan Lintas Sektor.

“Dari penentuan ruang lingkup sektor tersebut nantinya akan disusun untuk pengkajian dan penilaian akibat bencana serta analisis dampak bencana. Tidak lupa juga dengan perkiraan kebutuhan pemulihan sebagai tahap akhir menuju penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi,” tutup Estu Widiawati.

Baca juga :  Bengkel Motor Di Omben Hangus Dilalap Si Jago Merah

Kepala BPBD Sampang, Melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang, Fajar Arif berharap dengan pelatihan tersebut, nantinya peserta mampu menyusun JITUPASNA di kondisi sebenarnya.

“Tentunya dengan ini, Build Back Better, Safer, and Sustainable untuk wilayah terdampak dapat terdata dengan baik sebagai acuan dalam melaksanakan fungsi rehabilitasi dan rekonstruksi,” harap Fajar.

“Sudah seharusnya mulai tahun ini dan yang akan datang perencanaan pengurangan resiko bencana menjadi fokus utama semua sektor pemerintahan, karena sinergitas kerja bersama demi masyarakat memerlukan peranan aktif lintas sektor, dan adapun bencana alam yang sering kali menimpa Kabupaten Sampang antaranya, Banjir, Longsor, dan Angin beliung, Pungkasnya, (Ahmed)

Berita Terkait

Pemkab Sampang Resmi Buka Seleksi Terbuka Calon Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn
Satgas MBG Sampang Minta Masyarakat Aktif Laporkan Program Bermasalah
Sulit Didapat, Warga Sampang Terpaksa Beli Tabung LPG Meski Rp 25 Ribu
Bupati Anwar Sadat Hadiri Paripurna DPRD, Tujuh Fraksi Soroti LKPJ 2025
Yayasan Babur Rizki 2 Jadi Sorotan, Menu MBG Dinilai Jauh dari Kata Layak 
Dinilai Sagat Penting, DPRD Sampang Gelar Paripurna Bahas 4 Raperda 
Daul Dug-Dug Jadi Magnet Wisata, H. Slamet Junaidi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya
Bloh Apui, Warisan Api dari Aceh Barat Kini Berstatus WBTbI
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:57 WIB

Pemkab Sampang Resmi Buka Seleksi Terbuka Calon Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn

Jumat, 17 April 2026 - 15:50 WIB

Satgas MBG Sampang Minta Masyarakat Aktif Laporkan Program Bermasalah

Kamis, 9 April 2026 - 05:06 WIB

Sulit Didapat, Warga Sampang Terpaksa Beli Tabung LPG Meski Rp 25 Ribu

Selasa, 7 April 2026 - 06:42 WIB

Bupati Anwar Sadat Hadiri Paripurna DPRD, Tujuh Fraksi Soroti LKPJ 2025

Senin, 6 April 2026 - 13:29 WIB

Yayasan Babur Rizki 2 Jadi Sorotan, Menu MBG Dinilai Jauh dari Kata Layak 

Berita Terbaru