Meski Masih Berusia 10 Hari, Tanaman Jagung Warga Desa Rabasan Camplong Mulai Diserang Hama Ulat

Avatar

- Penulis

Jumat, 15 Desember 2023 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani setempat saat mencari hama yang menyerang tanamannya

Petani setempat saat mencari hama yang menyerang tanamannya

Sampang, Kabar-harian.com – Tanaman jagung warga Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, yang masih berusia 10 hari mulai diserang hama ulat, Jumat (15/12/2023).

Sejumlah para petani setempat mengeluhkan adanya hama ulat yang  menyerang tanaman jagung mereka.

Seperti yang di alami Norfai’i petani Desa setempat tanaman jagung yang luasnya hampir setengah hektar tersebut, diserang hama ulat pasca satu minggu setelah menanam.

“Sementara ulat menyerang pada pupus atau ujung hingga mengakibatkan pertumbuhannya kurang maksimal mas, ujarnya.

Baca juga :  Usai Ikutin Rakorda PD AMPG Sampang Respon Sikap PD AMPG Jatim Di 2024 mendatang
Tanaman jagung petani setempat ya g diserang hama ulat

Tak hanya sampai disitu, para petani mengaku sudah berusaha untuk membasmi dengan cara menyemprotkan dengan roundap. Namun, nyatanya hama ulat tersebut belum dapat di atasi.

“Segala cara sudah dilakukan mas. Namun, hama satu tersebut tetap belum bisa di atasi,”

Dapat dipastikan jika hama ini tetap belum bisa di atasi maka petani akan merugi lantaran hasil panin petani mengurang.

Sementara kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang Samsul mengatakan bahwa pihanya kan berkordinasi terhadap bidangnya.

Baca juga :  Gunakan Baju Adat Khas Sampang, Aba Idi Pimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023

“Setelah ada laporan dari masyarakat saya akan segera mengintruksikan bawahannya sesuai dengan bidangnya,” ucapnya Samsul.

Diapun berharap, semuga dengan adanya laporan ini para petugas cepat tanggap dan petani yang terdampak bisa mendapatkan bantuan obat pembasmi,

“Harapan saya semoga dengan kedatangan petugas utuk memantau tanaman yang di diserang penyakit dan dapat bantuan obat bisa meringankan beban masyarakat utuk lebih sukses bermanfaat utuk kehidupannya,” pungkasnya. (med)

Berita Terkait

Mahasiswa KKN STIEBA Gelar Acara Lepas Pisah Bersama Kepala Desa Cenlecen, Diwarnai Haru dan Kebersamaan
Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan
Pelatih PERSINAS ASAD Bekali Pegawai dengan Ketangguhan Fisik dan Mental ASN Batang Hari
Motor PCX Milik Warga Rabasan Raib Digondol Maling, Aksi Terekam Jelas CCTV
PWI Sampang Bersiap Gelar MUSCAB, Menguat Potensi Calon Tunggal
Warga Kian Resah, Aksi Pencurian Marak Terjadi di Desa Rabasan Camplong
RSMZ Kembali Hadirkan Layanan Unggulan Khusus CJH dan Umrah
65 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemkab Sampang di Rotasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 20:19 WIB

Mahasiswa KKN STIEBA Gelar Acara Lepas Pisah Bersama Kepala Desa Cenlecen, Diwarnai Haru dan Kebersamaan

Senin, 24 November 2025 - 05:40 WIB

Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan

Senin, 24 November 2025 - 05:32 WIB

Pelatih PERSINAS ASAD Bekali Pegawai dengan Ketangguhan Fisik dan Mental ASN Batang Hari

Sabtu, 22 November 2025 - 02:06 WIB

Motor PCX Milik Warga Rabasan Raib Digondol Maling, Aksi Terekam Jelas CCTV

Kamis, 20 November 2025 - 16:04 WIB

PWI Sampang Bersiap Gelar MUSCAB, Menguat Potensi Calon Tunggal

Berita Terbaru