PAMEKASAN, Kabar-harian.com – Sebuah inovasi pembelajaran berbasis lingkungan mulai diterapkan di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan, Model ini dikenal sebagai Pembelajaran Tematik Green Ekonomi, yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi santri melalui pendekatan zero waste atau bebas limbah, Jumaat (11/7/2025).
Program tersebut mengintegrasikan kegiatan pendidikan keagamaan dengan praktik kewirausahaan ramah lingkungan, seperti pemanfaatan limbah organik menjadi kompos dan kerajinan dari bahan daur ulang
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang dilakukan oleh Dosen STIE Bakti Bangsa berkaloborasi dengan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Madura melakukan Kegiatan ini yang berlangsung di Pondok Pesantren Fatahillah Larangan Tokol Tlanakan Pamekasan.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pondok pesantren dengan penerapan model pembelajaran tematik green ekonomi pada santri. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengam program edukasi sampah kepada santri sehingga santri sadar akan bahaya sampah” tutur Ibu Siti Qamariyah, M.Pd.

Selain dari edukasi sampah kegiatan ini juga dilakukan dengan pelatihan pembuatan pupuk Kompos dan Kerajinan Tangan sehingga dapat meningkatan kemandirian ekonomi pondok pesantren. Ini merupakan kegiatan meningkatan kemandirian ekonomi Pondok berbasis zero waste.
“Pembelajaran ini tidak hanya melatih santri memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini,” kata pengasuh pondok pesantren, K. Abdul Muqsid, S.Ag saat ditemui usai kegiatan pelatihan,
Konsep zero waste diterapkan secara menyeluruh di lingkungan pondok. Sampah dipilah sejak dari sumber, limbah organik diolah menjadi kompos, dan sampah non-organik dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.
“Pendekatan tematik ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. Pesantren memiliki potensi besar untuk membentuk generasi yang tidak hanya religius, tapi juga mandiri secara ekonomi dan sadar lingkungan “ tambah Musoffan, M.E Anggota Pelaksana Kegiatan PMP.
Model pembelajaran Green Ekonomi berbasis pesantren dapat di direplikasi ke sejumlah pondok pesantren lain di Jawa Timur sehingg pendidikan berbasis nilai keislaman bisa bersanding dengan semangat ekonomi berkelanjutan demi menghadapi tantangan masa depan, pungkasnya. (Ms/red)
Penulis : Abdul Hamid
Editor : Ali Akbar