Virus Sapi Merebak, Warga Sampang Kebingungan

Avatar

- Penulis

Kamis, 22 Februari 2024 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hosniyah warga Rabasan saat merawat ternaknya

Hosniyah warga Rabasan saat merawat ternaknya

Kabar-harian.com, Sampang – Setelah adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kali ini para peternak hewan di kabupaten Sampang dihantui oleh peyakit yang saat ini menimpa hewan ternaknya sehingga jatuh sakit.

Tingginya tingkat penularan penyakit ini di kota bahari dirasa sangat mengkhawatirkan bagi banyak pihak, terutama para peternak.

Salah satu peternak di Dusun Durbugan, Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura yakni    mengatakan bahwa hewan ternak miliknya saat ini sedang terkapar lantaran kena peyakit.

“Saya tidak tau mas apa peyebab virus yang meyerang sapi saya, tiba tiba sapi flu, Batuk dan panas “, ucapnya ibu mus sapaan akrabnya sambil mengelus gelus hewan ternaknya yang terkena virus/peyakit.

Baca juga :  Bawaslu Sampang Gelar Apel Siaga 2024 di Alun Alun Trunojoyo.

Pihaknya memberi obat obatan seadanya lantaran jika dibiarkan begitu saja kasiah.

“Saya kasih obat obatan tradisional mas lantaran saya bingung mau di kasih obat apa jenis peyakit/virus yang meyerang saya pun tidak tau,” ungkapnya hosniyah petani setempat.

Sementara Arif rahman hakim Kabid peternakan dan kesehatan hewan saat dikonfirmasi Kabar-harian.com mengatakan jika gejalanya seperti itu kemungkinan BEF atau bahasa umumnya demam 3 hari.

“Biasanya sering muncul di musim pancaroba seperti sekarang. Apabila cepat ditangani InshaAllah cepat sembuh mas,” ujarnya.

Baca juga :  Pemdes Plampaan Camplong  Bangun Gapura Sebagai Simbol Desa

Sementar yang meyerang ternak tersebut bukan cuma di wilayah camplong, namun di daerah lain kab/kota juga sama.

“Kalau memang gejala sepeti demam atau flu bisa di kompres (kepala sampai leher) dengan air hangat. Bs jg diberikan jahe/kunyit dicampur gula merah dibuat minum,” ujarnya.

Perludiketahui bahwa Bovine ephemeral fever (BEF) adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyerang ternak ruminansia khususnya sapi

Jangan lupa memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan ternak terutama musim seperti sekarang. Segera lapor ke petugas bila ternak sakit, pungkasnya. (med)

 

Berita Terkait

Remaja Cerdas Tanpa Kekerasan: Edukasi Cegah Bullying, Hindari Pernikahan Dini, dan Wujudkan Generasi Bebas Stunting
Gagalkan Peredaran Narkoba, Polres Tanjab Barat Amankan 503 Gram Sabu di Kuala Tungkal 
Mahasiswa KKN STIEBA Gelar Acara Lepas Pisah Bersama Kepala Desa Cenlecen, Diwarnai Haru dan Kebersamaan
Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan
Pelatih PERSINAS ASAD Bekali Pegawai dengan Ketangguhan Fisik dan Mental ASN Batang Hari
Motor PCX Milik Warga Rabasan Raib Digondol Maling, Aksi Terekam Jelas CCTV
PWI Sampang Bersiap Gelar MUSCAB, Menguat Potensi Calon Tunggal
Warga Kian Resah, Aksi Pencurian Marak Terjadi di Desa Rabasan Camplong
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 19:06 WIB

Remaja Cerdas Tanpa Kekerasan: Edukasi Cegah Bullying, Hindari Pernikahan Dini, dan Wujudkan Generasi Bebas Stunting

Minggu, 7 Desember 2025 - 09:54 WIB

Gagalkan Peredaran Narkoba, Polres Tanjab Barat Amankan 503 Gram Sabu di Kuala Tungkal 

Sabtu, 29 November 2025 - 20:19 WIB

Mahasiswa KKN STIEBA Gelar Acara Lepas Pisah Bersama Kepala Desa Cenlecen, Diwarnai Haru dan Kebersamaan

Senin, 24 November 2025 - 05:40 WIB

Mapala Pamsaka dan Mapala se-Provinsi Jambi Gelar Aksi Zero Waste Sungai Pengabuan

Senin, 24 November 2025 - 05:32 WIB

Pelatih PERSINAS ASAD Bekali Pegawai dengan Ketangguhan Fisik dan Mental ASN Batang Hari

Berita Terbaru