Info  

Revitalisasi Pasar Tradisional, Menjadi Pasar Tematik Berbasis Blue Ekonomi

Avatar
Pasar Tradisonal Tanjung (dok : Abdul Hamid)

KABAR-HARIAN.COMOleh Musoffan Dosen Ekonomi Pembangunan  STIE Bakti Bangsa 

Bersama  Kelompok Tugas Mata Kuliah Ekonomi Kelautan dan Wilayah Pesisir Program Studi Ekonomi Pembangunan STIE Bakti Bangsa

Pasar tradisional merupakan tempat bertemuanya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dengan proses tawar-menawar, bangunan terdiri dari gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun pengelola pasar. Pasar tradisional kebanyakan terkesan semrawut, kotor, kumuh dan bau yang merupakan stigma buruk yang dimilikinya.

 

Namun demikian sampai saat ini di beberapa tempat masih banyak pengunjung yang masih setia belanja di pasar tradisional, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pasar tradisional yang menjadi sepi karena ditinggalkan pengunjung atau pembeli yang beralih ke pasar modern seperti supermarket dan minimarket yang lebih bersih dan nyaman.

 

Melekatnya stigma buruk pada pasar tradisional, seringkali dikesankan bahwa prilaku pedagang yang menjadi penyebab utamanya. Sebaliknya, dilapangan dijumpai peran pengelola pasar dari kalangan aparatur pemerintah daerah dalam mengupayakan perbaikan perilaku pedagang pasar tradisional masih sangat terbatas. Penyebab yang melatarbelakangi kondisi ini, Pertama dari keterbatasan jumlah tenaga dan kemampuan (Kompetensi) individu tenaga pengelola, serta Kedua keterbatasan kelembagaan (organisasi) pengelola pasar untuk melakukan pengelolaan pasar dan pembinaan pedagang.

 

Kepedulian Pimpinan Daerah dan Para Pejabat terkait sebagai penentu kebijakan dan organisasi dari instansi (SKPD) sangatlah diperlukan, hal ini dikarenakan pasar tradisional menjadi salah satu sember utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi yang dipungut dari pedagang.

Baca juga :  Aggota BPD Di Sampang Tidak Terima Honor sejak di Lantik

 

Sehingga kebijakan yang dikeluarkan oleh Pimpinan Daerah atau Bupati/Walikota dan Pejabat dibawahnya lebih menekankan pada hal-hal yang berkaitan dengan optimalisasi retribusi pasar, seperti pengaturan pemungutan, penyetoran, Retribusi serta administrasi Keuangan retribusi, masih minimnya penekanan pada pembinaan para pengelola pasar dan pedagang pasar.

 

Akibat dari kebijakan retribusi tersebut, maka para Kepala pasar diberikan target-target untuk mencapainya dengan sedemikian rupa, diantaranya yang dilakukan dengan menampung pedagang dalam jumlah sebanyak mungkin, termasuk mengisi sebagian tempat-tempat kosong seperti lorong-lorong dan tangga pasar yang seharusnya konsong agar para pengunjung atau pembeli nyaman berlalu lalang dan berbelanja kepasar tradisional.

 

Mengingat kondisi pasar tradisional yang sepeti ini, maka perlu kebijakan dan tindakan yang konkirt, konsisten serta kesinambungan. Perbaikan yang harus dilakukan harus menyentuh perubahan perilaku aparatur, petugas, pedagang dan pengunjung pasar, serta adanya revitalisasi pasar tradisional yang dapat dimulai dengan bentuk-bentuk pilot project. menjadi pasar tematik berbasis blue ekonomi.

 

Salah satu terobosan dalam rangka merevitalisasi pasar tradisional adalah dengan cara mengembangkan pasar yang bersifat tematik yaitu pasar yang khusus menjual produk-produk tertentu saja atau mengutamakan produk-produk yang lebih dominan di pasar tersebut (produk ciri khasnya), seperti pasar Tanjung  Kecamatan Camplong Kabupaten. Sampang.

 

Pasar Tanjung di Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi titik penting dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Dengan keberadaan pasar ini, masyarakat lokal mendapatkan akses yang lebih mudah untuk menjual hasil pertanian, perikanan, dan produk kerajinan mereka, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Baca juga :  Pererat Silaturahmi, Baznas Sampang Gelar Halal Bihalal Bersama Wali Fakir

 

Keberadaan pasar ini juga mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Selain aspek ekonomi, Pasar Tanjung juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang perlu dikelola dengan baik. Sebagai pusat kegiatan masyarakat, pasar ini harus mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pengelolaan sampah menjadi salah satu isu penting yang perlu diperhatikan agar pasar tetap nyaman dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan pasar dan pelestarian lingkungan di sekitar pasar juga menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan pasar ini.

 

Lebih lanjut, potensi wilayah pesisir Desa Tanjung dapat dimanfaatkan secara optimal dengan konsep blue economy, yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya alam secara efisien dan berkelanjutan. Pengembangan pasar dengan pendekatan blue economy tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Kebijakan dan regulasi yang mendukung pengelolaan pasar berbasis ekonomi biru perlu dirancang dan diterapkan agar tujuan keberlanjutan ini dapat tercapai.

Nama Kelompok :

1. Ashar Ramadhan,

2. Aufal Marom,

3. Aiman,

4. Lidia Wati,

5. Rizallitoam,

6. Abdul Hamid,

7. Alfin Wahyudi,

8. Fina Shofia.

Kabar Harian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?