Info  

Petani Tembakau Cabuti Tanamannya, Pemuda Camplong Berikan Solusinya

Photo ketika warga mencabut tanaman tembakaunya

SAMPANG, Kabar-harian.com – Akibat fenomena anomali cuaca tidak menentu membuat lahan tembakau di kecamatan Camplong, Sampang, Madura, terancam gagal panen, perkambangan tanaman tembakau tidak menjadi produktif sehingga petani tidak merawat lebih lanjut lantaran petani putus asa, Minggu (31/7/2022).

Salah satu petani asal desa pamulaan kecamatan Camplong H. Asmari mengungkapkan, pada musim tembakau masyarakat sudah terbiasa menanam tembakau, lantaran bagi Patani penghasilan dari hasil panen tembakau cukup di harapkan daripada bercocok tanam lainnya. Namun karena tahun ini anomali cuaca tidak stabil dirinya mengaku memiliki lahan tembakau yang terancam gagal panen.

Baca juga :  Mengenang 100 Hari Wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum

H. Asmari menambahkan, atas kerusakan hasil tanamannya itu terjadi pada saat masih kecil yang baru di tanam lalu kemudian hujan sering turun. Akibat cuaca yang tidak normal itu petani tersebut membuat putus asa dalam merawat tembakaunya, bahkan sisa-sisa yang masih tumbuh di cabut. Kendati demikian, sebagai petani meski dirinya putus asa masih tetap bercocok tanam dengan mengganti tanaman lain.

“Iya mas, Saya putus asa, karena tembakau saya maskipun mau dirawat sudah tidak bisa normal lagi. Malah nanti klo masih dirawat malah yang ada semkin rugi, jadi lebih baik saya cabut sisa-sisa itu lalu saya mau tanam tayur aja, seperti Sawi dan lain-lain, cara inilah kata Syair sebagai solusinya bagi petani” ucapnya

Baca juga :  DPR Sampang Dukung PRESIDEN Tunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo

Pemuda asal Camplong peduli petani Syai’r Mahesa memberikan pandangan dan memberikan solusi kepada para petani tembakau seperti yang di sarankan kepada petani tembakau di desa Pamulaan khusunya yang akan terancam gagal panen akibat cuaca tidak normal.

Menurutnya, tahun ini banyak para petani tembakau yang mengeluh akibat anomali cuaca membuat tembakaunya tumbuh tidak normal karena sering diguyur hujan berturut turut.

Baca juga :  Forsahabat Komitmen Dukung Program Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Lebih Maju

Dikatakannya, sebagian petani memang yang sudah terbiasa menanam tembakau sejak bulan Mei yang lalu. Namun kondisi pertumbuhannya tidak optimal karena diguyur hujan bahkan ada yang daunnya kriting kerdil dan juga tidak ada yang hidup normal bahkan tidak hidup sama sekali.

”Untuk mengantisipasi dampak kerugian yang sangat besar, saya sarankan petani tembakau untuk beralih menanam komoditas yang lain pada musim tanam tahun ini seperti sawi,” pungkasnya. (Abu)

Penulis: Abu ThalibEditor: Ahmed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?