Info  

LSM BIN Pertanyakan Indikasi Kebocoran PAD Pada Dishub Sampang

LSM BIN Saat melakukan audensi terhadap Dinas Perhubungan Sampang

Kabar-harian.com, Sampang – LSM Barisan Independen Nusantara (BIN) pertanyakan indikasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Dinas Perhubungan pada saat menggelar audensi, Selasa 13/06/2023

Dalam kesempatan itu, ketua LSM BIN arifin menyampaikan, pihaknya menduga telah terjadi kebocoran PAD ditubuh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang.

menurutnya, pengelolaan retribusi parkir tepi jalan umum yang tidak maksimal. Lantas ia pun menduga dalam pengelolaan retribusi parkir tersebut telah terjadi kongkalikong antara pihak Dishub Kabupaten Sampang dengan oknum pengelola lahan parkir.

Dia menyebutkan, ditahun 2022 retribusi parkir tepi jalan umum belum memenuhi target PAD dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

“Audensi ini kami lakukan, berdasarkan data dan realita dilapangan yang menunjukkan, bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 ditubuh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang mengalami kebocoran, khususnya dalam hal retribusi dari puluhan lahan parkir di Kabupaten Sampang. “Ungkapnya

“Bagaimana tidak, kata Dia, pada tahun 2022 lalu, target PAD oleh Pemkab Sampang bagi Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang untuk retribusi parkir tepi jalan umum adalah 3 ,04 Milyar, sedangkan pihak Dishub Sampang hanya memenuhi 2 ,78 Miliyar, ” Lanjutnya

Baca juga :  Mirza Mubarok Mudel Cilik Sampang, Sambut Hari Kemerdekaan RI Ke 77

“Jadi dalam hal ini, kami menduga telah terjadi kongkalikong antara Dinas Perhubungan dengan pihak pengelola lahan parkir. ” Terangnya

Lebih lanjut Dia menambahkan, pihaknya meminta agar Dishub Sampang segera upayakan pendeteksian ulang atas kinerja puluhan juru parkir (Jukir) dibawah naungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang. Ia juga berharap agar dalam kurun waktu satu minggu kedepan, Dishub Sampang mulai ada perubahan.

“Oleh Karena itu, kata Dia, Saya harap pihak Dishub Sampang segera melakukan deteksi ulang terhadap kinerja dari puluhan Jukir maupun pengelola lahan parkir yang berada dibawah naungan Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang. ” Pungkasnya

“Kami juga berharap dalam satu minggu ini, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang, serius dalam melakukan pembenahan setoran retribusi khususnya perparkiran yang ada di alun alun trunojoyo yang di nilai setorannya sangat rendah
Jika tidak kami akan melakukan aksi turun jalan sebagai bentuk kekecewaan “Imbuhnya

Ditempat yang sama, menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang. Yulis Juaidi menegaskan, pihaknya menyangkal adanya indikasi kebocoran PAD ditubuh Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang. Yulis menjelaskan, tidak terpenuhinya PAD dari retribusi parkir pada tahun 2022, disebabkan karena adanya parkir berlangganan, khusus bagi plat nomor Sampang. Sehingga menurut pimpinan Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang ini, secara automatis pendapatan dari para Juru parkir pun berkurang.

Baca juga :  Baznas Berbagi Ceria, Santuni 500 Anak yatim Bersama Gubernur

“Terus terang saya pastikan tidak ada kebocoran dalam PAD ditubuh Dinas Perhubungan Sampang, ” Ujarnya

“Sementara untuk retribusi parkir tepi jalan umum pada tahun 2022, kami memang tidak mencapai target, karena hal itu disebabkan oleh adanya parkir berlangganan, sehingga pendapatan dari para Jukir kami secara automatis juga berkurang. ” Jelasnya

Yulis menegaskan, bahwa apa yang telah disampaikan oleh perwakilan dari LSM BIN tersebut, akan menjadi catatan koreksi dan bahan evaluasi bagi Dishub Kabupaten Sampang.

“Namun kami ucapkan banyak terimakasih atas kehadiran teman- teman LSM BIN maupun teman-teman media. Tentunya apa yang disampaikan tadi itu, akan menjadi catatan koreksi dan bahan evaluasi bagi kami, ” Pungkasnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?