Mudik Gratis Bupati Sampang, 330 Perantau Tiba di Pendopo Trunojoyo

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama para perantau yang sudah tiba di pendopo trunojoyo, (dok: Prokopim pemkab)

Kabar-haria.com, Sampang – Ratusan perantau asal Kabupaten Sampang dari Jakarta terlihat bahagia dan antusias mengikuti mudik gratis 2023, dari Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Senin (17/4/2023).

Selain kesempatan pulang kampung saat Lebaran, mereka juga bisa berhemat hingga jutaan rupiah untuk ongkos transportasi.

Seperti Musa Ketua Umum Mahasiswa Jabodetabek ikut mudik gratis tahun ini. Jika tidak ada kepedulian dari Bupati Sampang, ia harus mengeluarkan ongkos minimal Rp1,5 juta untuk pulang kampung.

“Peserta mudik gratis sebanyak 330 orang dengan jumlah 6 bis, mereka tersebar dari berbagai kecamatan di Sampang,” ujarnya.

Baca juga :  Jelang Perayaan Takbir Keliling, Kapolsek Robatal Himbau Tidak Gunakan Lagu Remex hinga Knalpot Brong.

Pihaknya sangat berterima kasih kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi yang rela merogoh kocek pribadinya demi memberikan bantuan ongkos mudik secara gratis kepada para perantau.

“Di tengah ongkos mudik yang naik, semoga setiap tahunnya kembali dilaksanakan program yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyambut hangat para perantau yang telah melalui perjalanan jauh.

Dengan penuh kebersamaan, Aba Idi menyapa para perantau yang sudah tiba di Kabupaten Sampang.

Pihaknya mengaku bahwa para perantau tersebut seperti sanak saudara, sebab dirinya tak lupa bahwa juga pernah menjadi seorang perantau sebelum menjadi Bupati Sampang.

Baca juga :  Meski Masih Berusia 10 Hari, Tanaman Jagung Warga Desa Rabasan Camplong Mulai Diserang Hama Ulat

“Selamat datang kembali di Kabupaten Sampang, kami sangat senang bertemu para perantau karena dulu saya pun juga pernah merasakan seperti bapak dan ibu,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa mudik gratis untuk para perantau tersebut murni dari kantong pribadi tanpa anggaran pemerintah.

“Kami masih mengingat betul zaman perjuangan saat mau mudik pun kadang tak punya ongkos, sehingga kami fasilitasi mereka dengan tujuan meringankan beban para perantau,” pungkasnya. (med)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Punya berita?